- Tiga Sejarah Penting Internasionalisasi Muhammadiyah Bidang Pendidikan Tahun 2021
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez
- Seremoni Pagi, SD Muri Umumkan Filantropis Cilik Terbaik
- Meski Akui Sudah Sulit Menang, Rossi Belum Mau Menyerah
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey
- Alasan Taman Bunga Ditutup Bikin Geleng Kepala
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia
- Mandi Wajib Menurut Islam Laki-Laki dan Perempuan
- Gaung Suara RI dalam Konf. Islam Internasional
- Crutchlow Finis di Posisi 19 MotoGP Amerika
Manfaatkan Medsos sebagai Alat Diplomasi, Tokoh Muhammadiyah Ini Raih Penghargaan Kemenlu RI
MUHAMMADIYAH.OR.ID, LEBANON — Maksimalkan media sosial untuk kepentingan diplomasi luar negeri Republik Indonesia, Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari diberikan anugerah Social Media Award kategori Digital Head of Mission 2022 dari Kemenlu RI.
Saat dimintai keterangan terkait penghargaan tersebut oleh reporter muhammadiyah.or.id pada Jum’at (7/1), Hajri menuturkan pada masa jabatannya, KBRI Beirut, Lebanon diarahkan untuk menggalakkan berbagai platform media sosial untuk promosi Indonesia di bidang perekonomian, pariwisata, dan investasi.
“Berbagai media sosial digunakan untuk promosi Indonesia di berbagai bidangnya itu mengalami peningkatan yang cukup besar,” ucapnya.
Baca Lainnya :
- Inggris Bela Serangan Roket Hamas ke israel0
- Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa dan Dunia0
- PP Muhammadiyah Dukung Sikap Kemenlu RI Tolak Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel0
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?0
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir0
Selain itu, hal lain yang menjadi nilai lebih adalah meski Lebanon sebagai Negara yang rawan konflik, akan tetapi KBRI Beirut yang dipimpinnya tetap mampu melakukan inovasi dalam bidang informasi dan komunikasi sebagai cara untuk mempromosikan Indonesia.
Dirinya selama menjadi Dubes RI untuk Lebanon selain melanjutkan tugas dari pendahulunya juga melakukan inovasi, terutama di bidang politik, ekonomi, kesehatan, dan kedaruratan. Serta di masa pandemi covid-19 yang terjadi sekarang, Hajri aktif melakukan diplomasi dalam bidang kesehatan.







